World of IFAN

Sumbang saran, pikiran, pendapat dan pengaman (eh maksudnya pengalaman)….

Antara aturan dan nilai humanis

Hari ini entah karena apa ketika sampe kantor gw baru sadar bahwa Tas kerja yang berisi Laptop ternyata tertinggal di rumah. Makmum selama ini gw emang sering tidak membawa laptop ke rumah karena berat aja dan sampe rumah juga tidur kok gak ada yang dikerjain lagian kalau ada tinggal di copy ke Flash Disk dan kerjain dengan laptop yang ada di rumah. Akhirnya ketika sadar di depan kantor gw memutuskan untuk balik dan pertama yang terbesit adalah call my brother to take the bag in to the Arion shelter dan gw cukup naik Busway turun disana dan ternyata my brotther gak ada di rumah and his cellphone gak diangkat angkat so akhirnya gw telp sta Sudirman dan tanya ada kereta ke Bekasi and yes there is jam stgh 10. Akhirnya gw balik dan diperjalanan adek gw telp so gw suruh dia tunggu di Kranji biar gw bisa balik lagi naik kereta yang ada.

Akhirnya gw naik kereta jam stgh 11 dari Kranji AC ekonomi jurusana Kota and “damn” penuh juga akhirnya gw bediri dan baru dapat tempat duduk di Kramat. Selama perjalanan gw liat petugas Karcis memiksa dengan teliti setiap penumpang bahkan mereka bulak balik selama perjalanan untuk mencek karcis penumpang yang baru naik. Akhirnya gw sampe stasiun Kemayoran dan disitu ada 3 orang yang masuk dengan membawa 5-6 buntelan besan segede kardus tivi 21 inc yang berupa gelas gelas plastik. lumyan gede dan hampir menutupi jalan akhirnya ada petugas karcis dan dia memberitahu dengan nada tinggi bahwa ini gak boleh harus ditumpuk disisi pintu yang lainnya sehingga tidak menggangu penumpang yang lain dan dia juga berkata bahwa ibu ini sudah ke-3 kalinya melakukan ini dan sudah pernah ditegur sebelumnya dan malahan sebelumnya tidak beli karcis. Akhirnya petugas trsebut membiarkan dan hanya menginginkan tiket dari penumpang tersebut yang berjumlah 3 orang.

Ternyata penumpang tersebut hanya membeli 2 tiket dengaan alasan gak ada duit lagi dan menawarkan agar petugas tersebut menerima uang yang hanya berkisar 4 ribu saja. Tetapi petugas tersebut tidak mau dan menginginkan agar penumpang tersebut membayar 5 ribu tiket denda akhirnya petugas menyurh salah satu untuk turun di stasiun berikutnya yaitu Rajawali sedangkansebenarnya mereka ingin turun di stasiun Mangga Dua. tetap mereka tidak mau dengan alasan tidak ada orang yang membantu membawanya. Akhirnya petugas menyerah dan memberitahu KL (gw gak tau apa itu) untuk menyelesaikan di stasiun Mannga Dua.

Dalam hal ini ada hal yang masih berbenturan pada transportasi KRL kita yaitu adanya kebiasan para penumpang bahwa kereta Ekonomi adalah kereta rakyat diman mereka menganggap bisa naik dengan membawa barang apa aja malahan gw pernah tuh lagi mau camping waktu SMA ke daerah purwakarta di Tambun ada orang naik kereta bawa Mesin Jahit seinget gw 3-4 biji. Nah mungkin itu yang masih ada dianggapan sebagian pengguan KRL yang menganggap AC ekonomi dengan Ekonomi biasa sama perlakuannya. Inilah yang masih menjadi PR bagi PT.KAI untuk menerapakan aturan tegas sehingga konflik diatas tidak terjadi memang sepele jika ibu itu punya 1000 saja mungkin gak akan besar masalahnya.

Memang KRL adalah transportasi utama di setiapa negara maju karena mampu mengangkut orang dengan jumlah besar anti mace. polusi dan juga murah. Untuk masalah diatas banyak ibu – ibu di gerbong tersebut berkomentar cuma 1000 aja dimasalahin kasian kan tapi disisi aturan gw salut sama petugas itu tapi itulah kebiasaan yang sudah mendarah daging dalam transportasi KRL kita butuh waktu untuk membiasakan msyarakat menerima perubahan.

Dan gw sampe kantor jam 12 hahahah kerja setengah hari itupun masih sempet update BLOG…….

Iklan

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: